Kamis, 14 Juni 2012

Kesan Pesan Dari Tayangan Yang Bermakna Dan Menyentuh

Setelah melihat berbagai tayangan tadi siang tentang nilai-nilai kehidupan yang harus kita syukuri, begitu banyak hal yang terlupakan bagi kita semua. Bagaimana beryukur, bertahan, berusaha, menyadari kasih sayang orang tua, memanfaatkan waktu, memotivasi diri kita, dan banyak lagi. Dengan adanya tayangan tadi siang, membuat saya dan teman-teman sadar begitu banyak kekurangan, ketidaksempurnaan di diri kita. Begitu banyak orang lain yang lebih susah dari kita. Bagaimana kita menyikapi masalah yang ada di dalam hidup kita.

Beryukurlah bahwa masih banyak orang yang jauh lebih susah, jauh lebih menderita dibanding kita. Dengan keadaan kita yang cukup, kadang kala kita masih sering merasa kekurangan atas segala hal yang menjadi hambatan. Padahal masih banyak orang disekitar kita yang jauh dari cukup, dan mereka masih bisa mensyukuri apa yang telah mereka dapatkan.

Mengeluh dengan makanan yang tidak enak, Ingatlah bahwa diluar sana masih banyak orang yang kekurangan makanan. Mengeluh jauhnya jarak yang kita tempuh dengan kendaraan, Ingatlah bahwa masih banyak orang yang menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki karna tidak mempunyai kendaraan. Mengeluh dengan keadaan rumah yang kotor karna tidak ada yang membantu, Ingatlah masih banyak orang yang tidur dijalanan, tidak mempunyai tempat tinggal. 


Renungkanlah, bagaimana keadaan kalian jika kalian mendapatkan posisi seperti mereka yang serba kekurangan.





Minggu, 22 April 2012

KEPRIBADIAN SEHAT menurut MASLOW

Memahami dan menjelaskan konsep Maslow mengenai Kesehatan Mental yang meliputi :


* Hierarki Kebutuhan Manusia





* Kepribadian Yang Sehat Menurut Maslow

Maslow menyelidiki individu ini dengan menggunakan bermacam-macam tehnik-interview, asosiasi bebas, dan protective technique dengan orang-orang yang masih hidup, analisis bahan biografi dan oto biografi dengan orang-orang yang sudah mati dan menyimpulkan bahwa semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan instinktif. Kebutuhan universal ini mendorong kita untuk bertumbuh dan berkembang, untuk mengaktualisasikan diri kita, untuk menjadi semuanya sejauh kemampuan kita. Potensi untuk pertumbuhan dan kesehatan psikologis ada sejak lahir. Apakah potensi kita dipenuhi atau diaktualisasikan tergantung pada kekuatan individu dan sosial yang memajukan atau menghambat aktualisasi diri.

Dalam pandangan Maslow, semua manusia memiliki perjuangan atau kecendrungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasikan diri. akan tetapi ada lebih banyak hal yang terkandung dalam teorinya tentang dorongan manusia.

Dalam pandangan humanistika ini, manusia memiliki potensi lebih banyak dari pada apa yang mereka capai. Maslow berpendapat bahwa jika kita dapat melepaskan potensi itu, maka kita semua dapat mencapai keadaan eksistensi yang ideal yang ditemukannya dalam orang-orangnya yang mengaktualisasikan-diri.



* Perbedaan "Meta Needs" dengan "Deficiency Needs"


Meta needs atau menyebutnya teori ini dorongan karena pertumbuhan atau metamotivation (Being atau B-motivation). Awalan meta berarti sudah atau melampaui, dan metamotivation berarti bergerak melampaui ide tradisional tentang dorongan. Secara paradoks, kata ini tampaknya berarti suatu keadaan dimana kebutuhan dorongan sama sekali tidak tampak berarti suatu keadaan dimana dorongan sama sekali tidak berperan. Keadaan-keadaan pertumbuhan ke arah mana pengaktualisasi diri bergerak , Maslow juga menyebut kebutuhan tersebut B-values adalah tujuan dalam dirinya sendiri dan bukan alat untuk mencapai ke tujuan lain, keadaan ada dan bukan menjadi atau berjuang ke arah suatu objek tujuan khusus.
Deficiency needs adalah kebutuhan dorongan untuk membereskan suatu kekurangan dalam organisme. 



* Ciri - Ciri "Actualized People"


1.        Mengamati Realitas Secara Efisien
Mereka tidak memandang dunia hanya sebagaimana mereka inginkan atau butuhkan, tapi mereka melihatnya sebagaimana adanya. Bahwa pengaktualisasi diri adalah hakim yang teliti pada orang lain, mampu menemukan dengan cepat penipuan dan ketidakjujuran.

2.        Penerimaan Umum atas Kodrat, Orang-orang Lain dan Diri Sendiri
Orang yang mengaktualisasikan diri menerima diri mereka, kelemahan dan kekuatan mereka tanpa keluhan atau kesusahan. Sesungguhnya, mereka tidak terlampau banyak memikirkannya.

3.        Spontanitas, Kesederhanaan, Kewajaran
Dalam semua segi kehidupan, pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa berpura-pura. Mereka tidak harus menyembunyikan emosi mereka, tapi dapat memperlihatkan emosi mereka dengan jujur. Dalam istilah sederhana, kita dapat berkata, orang ini bertingkah laku secara kodrati, yakni sesuai dengan kodrat mereka.

4.        Fokus pada Masalah-masalah di Luar Diri Mereka
Orang yang mengaktualisasikan diri yang dipelajari Maslow, melibatkan diri pada pekerjaan. Tanpa pengecualian, mereka memiliki suatu perasaan akan tugas yang menyerap mereka dan mereka mengabdikan kebanyakan energi mereka kepadanya. Bahwa tidak mungkin menjadi orang yang mengaktualisasikan diri tanpa perasaan dedikasi ini.

5.        Kebutuhan akan Privasi dan Independensi
Orang yang mengaktualisasikan diri memiliki suatu kebutuhan yang kuat untuk pemisahan dan kesunyian. Meskipun mereka tidak menjauhkan diri dari kontak dengan manusia, mereka rupanya tidak membutuhkan orang lain. Mereka tidak tergantung pada orang lain untuk kepuasan mereka dengan demikian mungkin mereka menjauhkan diri dan tidak ramah. Tingkah laku dan perasaan mereka sangat egosentris dan terarah pada diri mereka sendiri.ini artinya mereka memiliki kemampuan untuk membentuk pikiran, mencapai keputusan, dan melaksanakan dorongan dan disiplin mereka sendiri.

6.        Berfungsi secara Otonom
Kemampuan pengaktualisasian diri berfungsi secara otonom oleh motif kekurangan, maka mereka tidak lagi di dorong oleh motif kekurangan, maka mereka tidak tergantung pada dunia yang nyata untuk kepuasan mereka karna pemuasan dari motif pertumbuhan datang dari dalam. Sebaliknya pemuasan akan cinta, penghargaan, dan kebutuhan lain yang lebih rendah tergantung pada sumber dari luar.

7.        Apresiasi yang Senantiasa Segar
Pengaktualisasi diri senantiasa menghargai pengalaman tertentu bagaimana seringnya pengalaman itu terulang, dengan suatu perasaan kenikmatan yang segar, perasaan terpesona, dan kagum. Suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan pada dorongan setiap hari untuk bekerja.

8.        Pengalaman Mistik atau “Puncak”
Ada kesempatan dimana orang yang mengaktualisasikan diri mengalami ekstase, kebahagiaan, perasaan terpesona yang hebat dan meluap-luap, sama seperti pengalaman keagamaan yang mendalam. Selama pengalaman puncak ini, yang dianggap Maslow adalah biasa dikalangan orang yang sehat, diri di lampaui, dan orang itu digenggam oleh suatu perasaan kekuatan, kepercayaan dan kepastian, suatu perasaan yang dalam bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat diselesaikannya atau menjadi.

9.        Minat Sosial
Pengaktualisasikan diri memiliki perasaan empati dan afeksi yang kuat dan dalam pada semua manusia, juga suatu keinginan untuk membantu kemanusiaan.

10.      Hubungan Antarpribadi
Pengaktualisasian diri mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang lain dari pada orang yang memiliki kesehatan jiwa yang biasa. Mereka mampu memiliki cinta yang lebih besar dan persahabatan yang lebih dalam, dan identifikasi yang lebih sempurna dengan individu lain.

11.      Struktur Watak Demokratis
Orang yang sangat sehat membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatikan kelas sosial, tingkat pendidikan, atau agama, ras. Perbedaan serupa itu tidak masalah bagi pengaktualisasian diri. Tetapi tingkah laku mereka lebih dalam dari pada toleransi.

12.      Perbedaan antara Sarana dan Tujuan, antara Baik dan Buruk
Pengaktualisasian diri membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan atau cita-cita jauh lebih penting dari pada sarana untuk mencapainya. Akan tetapi, hal ini lebih sulit karna kegiatan dan pengalaman tertentu yang merupakan sarana bagi orang yang kurang sehat kerap dianggap oleh pengaktualisasian diri sebagai tujuan dalam dirinya sendiri.

13.      Perasaan Humor yang Tidak Menimbulkan Permusuhan
Orang yang sepenuhnya sehat berbeda dari individu biasa dalam apa yang mereka anggap humor yang menyebabkan mereka tertawa. Orang yang kurang sehat menertawakan tiga macam humor: humor permusuhan yang menyebabkan seseorang merasakan sakit, humor superiroritas yang mengambil keuntungan dari perasaan rendah diri orang lain atau kelompok dan humor pemberontakan terhadap penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi Oedipus atau percakapan cabul.

14.      Kreativitas
Kreativitas merupakan suatu sifat yang akan diharapkan seseorang dari pengaktualisasian diri. Mereka adalah asli, inventif, dan inofativ, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni; tidak semua mereka dalah penulis, seniman, atau pengubah lagu.

15.      Resistensi terhadap Inkulturasi
Pengaktualisasian diri dapat berdiri sendiri dan otonom, mampu melawan dengan baik pengaruh sosial, untuk berpikir atau bertindak menurut cara tertentu. Mereka mempertahankan otonomi batin, tidak terpengaruh oleh kebudayaan mereka, dibimbing oleh diri mereka bukan oleh orang lain.

KEPRIBADIAN SEHAT


Apakah itu kepribadian yang sehat? Apakah sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat? Bagaimanakah tingkah laku, pikiran serta perasaan orang ini? Dapatkah anda atau saya menjadi pribadi yang sehat?



Model Allport 

ORANG YANG MATANG

Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan tak sadar – kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang yang sehat tidak didorong oleh konflik tak sadar dan tingkah laku mereka tidak ditentukan oleh setan yang ada jauh dalam mereka. Allport percaya bahwa kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh yang penting pada tingkah laku orang dewasa yang neurotis. Akan tetapi individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan itu juga.



Model Rogers :

ORANG YANG BERFUNGSI SEPENUHNYA

Manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh  peristiwa masa kanak-kanaknya. Hal ini tidak menghukum atau mengutuk kita untuk hidup dalam konflik dan kecemasan yang tidak dapat kita kontrol. Masa sekarang dan bagaimana kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat adalah jauh lebih penting dari pada masa lampau. Akan tetapi Rogers mengemukakan bahwa pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis kita. Jadi pengalaman masa kanak-kanak adalah penting, tetapi fokus tetap pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada apa yang terjadi waktu itu.



Model Fromm :

ORANG YANG PRODUKTIF :

Fromm percaya bahwa kita semua memiliki suatu perjuangan yang melekat pada diri kita untuk kesehatan dan kesejahteraan emosional, suatu kecendrungan bawaan untuk kehidupan yang produktif, untuk keharmonisan dan cinta. Dengan adanya kesempatan, kecendrungan yang diwariskan ini akan mekar, yang membiarkan kita berkembang untuk menggunakan sepenuh-penuhnya potensi kita. Tapi jika kekuatan sosial mencampuri kecendrungan kodrati untuk pertumbuhan akibatnya ialah tingkah laku irasional dan neurotis; masyarakat yang sakit menghasilkan orang-orang yang sakit.





Model Maslow :

ORANG YANG MENGAKTUALISASIKAN DIRI

Maslow menyelidiki individu ini dengan menggunakan bermacam-macam tehnik-interview, asosiasi bebas, dan protective technique dengan orang-orang yang masih hidup, analisis bahan biografi dan oto biografi dengan orang-orang yang sudah mati dan menyimpulkan bahwa semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan instinktif. Kebutuhan universal ini mendorong kita untuk bertumbuh dan berkembang, untuk mengaktualisasikan diri kita, untuk menjadi semuanya sejauh kemampuan kita. Potensi untuk pertumbuhan dan kesehatan psikologis ada sejak lahir. Apakah potensi kita dipenuhi atau diaktualisasikan tergantung pada kekuatan individu dan sosial yang memajukan atau menghambat aktualisasi diri.



Model Jung :

ORANG YANG TERINDIVIDUASI

Banyak kesengasaraan dan keputusasaan manusia serta perasaan kesia-siaan, tanpa tujuan, tanpa arti, yang dikemukakan Jung, adalah akibat dari kehilangan kontak dengan pondasi-pondasi kepribadian tak sadar. Dia percaya bahwa banyak dari kontak-kontak yang hilang itu disebabkan oleh kepercayaan kita yang semakin bertambah dalam ilmu pengetahuan dan pikiran sebagai petunjuk untuk hidup. Katanya, kita telah terlalu berat sebelah, menekankan kesadaran, ada yang rasional, dengan mengorbankan ketidaksadaran.




Model  Frankl :

ORANG YANG MENGATASI DIRI

Teori tentang kodrat manusia yang berasal dari logotheraphy dibangun atas tiga tiang :
Kebebasan kemauan, kemauan akan arti, dan arti kehidupan.
Frankl mengemukakan bahwa meskipun kita tunduk kepada kondisi-kondisi dari luar yang mempengaruhi kehidupan kita, namun kita bebas memilih reaksi kita pada kondisi ini. Kita tidak dapat bertahan pada kekuatan dari luar, kekuatan tersebut dapat dan benar-benar mengubah keadaan kita, tetapi kita bebas mengambil sikap kita sendiri dalam menangani kekuatan itu. Ini memberi kita kebebasan terakhir untuk mengatasi keadaan-keadaan dan nasib.



Model Perls :

ORANG “DI SINI DAN KINI”

Perls mengemukakan bahwa kita didorong oleh situasi-situasi yang belum selesai atau gestalt-gestalt yang tidak paripurna (seperti keinginan sendiri yang tidak pernah hilang untuk suatu konfrontasi baru dengan Freud). Kita masing-masing memiliki sangat banyak situasi yang belum selesai dalam diri kita. Mungkin beratus-ratus dan mungkin kelihatannya kita bingung tanpa harapan. Kita menyelesaikan gestalt-gestalt yang tidak paripurna ini dengan cara yang teratur, karna kita menyusun menurut tingkat kepentingan. Situasi yang sangat urgent menjadi pengontrol dan pengatur yang dominan pada pikiran dan tingkah laku kita sampai situasi itu dipuaskan.



KODRAT KESEHATAN PSIKOLOGIS

Kepribadian sehat adalah bahwa persepsi kita tentang diri kita dan dunia sekitar kita harus objektif; ahli-ahli lain mengemukakan bahwa orang yang sehat memakai pandang subjektif mereka sendiri tentang kenyataan sebagai dasar untuk tingkah laku.

Orang yang sehat secara psikologis mengontrol kehidupan mereka secara sadar. Walaupun tidak selalu secara rasional, orang yang sehat mampu secara sadar mengatur tingkah laku mereka dan bertanggung jawab pada nasib mereka sendiri. Kita tidak didorong pertama-tama oleh kekuatan tak sadar dimana kita tidak menyadari dan tidak mampu mengontrolnya.

Orang yang sehat secara psikologis mengetahui diri mereka siapa dan apa.orang yang serupa itu menyadari kekuatan dan kelemahan, kebaikan dan keburukan mereka, umumnya mereka sabar dan menerima pada hal-hal tersebut.

Orang lain umumnya menyetujui bahwa sifat kesehatan psikologis ialah bersandar dengan kuat masa sekarang. Namun tidak seorang pun mengemukakan kita tetap dibentuk oleh pengalaman awal. Orang yang sehat secara psikologis tidak hidup dalam masa lampau. 





Senin, 02 April 2012

Beberapa Kesalahan Dalam Proses Informal Dari Sisi Penilai, yaitu Hearsay, Hallo effect, Stereotipe, Leneincy effect, Mood, dan Proyeksi.


Proses Informal : suatu proses yang sama dengan kegiatan praktis dalam kehidupan sehari-hari bila kita ingin menilai individu.

Kesalahan dari proses Informal:
Kesalahan dari penilai
a. Hearsay (desas-desus): menilai melalui omongan orang lain
Contoh: Katnees mendengar gosip bahwa Everdeen selingkuh dari temannya

b. Hallo effect: kecenderungan untuk menilai seseorang dengan menggeneralisasikan penilaian, baik positif maupun negatif dalam pengaruh kesan pertama atau kesan luarnya saja. Contoh: orang yang selalu menebarkan senyum ke teman-temannya, dia adalah orang yang ramah dan friendly.

c. Stereotipe: penilaian yang dipengaruhi oleh pandangan atau keyakinan tertentu. Misalnya, ras, etnis, agama, dan prasangka. Contoh: orang Jawa biasanya lembut, sopan, dan legowo. Berbeda dengan orang Batak yang gampang marah dan kasar.

d. Leneincy effect (efek sikap lunak): sikap lunak dan atau penuh toleransi atas tingkah laku orang lain (biasanya yang negatif) karena ingin disebut ramah atau sopan.
Contoh:

e. Mood (suasana hati): memberi pengaruh yang besar terhadap impresi pertama, suasana gembira atau sedih menyebabkan ketidaktepatan oleh penilai. Contoh: bila kita baru saja kehilangan sanak saudara biasanya sedih dan lebih banyak murung serta tidak mau melakukan hal-hal menguras otak karena merasa terus-terusan lelah.

f. Proyeksi: memindahkan hal-hal yang ada dalam diri atau sifat-sifat diri, seolah-olah sifat itu ada pada orang lain 
à salah satu bentuk defence mechanism. Proses penilaian ini dilatar belakangi oleh pengalaman sebelumnya
Contoh: Ketnees merasa sedih saat Everdeen pindah sekolah, tapi dihadapan teman-temannya   dia tetap tersenyum dan senang-senang saja

Sabtu, 31 Maret 2012

For Your Girls, REMEMBER PLEASE!!!

Sebelum jatuh cinta, ada beberapa hal yang harus kudu mesti wajib diinget :



 ·        cowok keren secara fisik ngga berarti hati dan kelakuannya juga keren!
Jangan terpaku sama tipe yang kaya begini deh. Tokoh cowok ganteng bisa jatuh cinta sama cewek biasa, trus cowok itu jadi setia, dan si tokoh cowok bandel bisa berubah jadi gentleman. Duh, itu sih ngga sesuai kenyataan!! Cowok yang kayanya cupu dan “ngga menarik”, bukan berarti ngga bisa keren dan bakal bosenin. Siapa tau yang bisan bikin kamu seneng itu justru cowok ‘biasa’. Yang penting buka hati kamu!



·        Jangan ninggalin temen buat pacar!
Kalau suatu saat nanti kita udah putus sama pacar, temen juga kan yang kita cari untuk curhat.




·        Jangan naro pacar di atas segalanya !
Sampe lupa nih critanya. Lupa makan, lupa temen, lupa keluarga, lupa belajar dan kewajiban kamu yang lain. Ingat kalo kamu juga punya kehidupan sendiri.






·        Tetap jadi diri sendiri !
Jangan pernah deh bohong atau pura-pura untuk mendapatkan perhatian dari seorang cowok. Biarkan dia suka kamu apa adanya!


·       Hargai diri kamu !
Jangan mau jadi pacar kedua, dijadiin serep, diperlakukan ngga hormat, dipukul atau diintimidasi. Intinya, kamu ngga boleh beralasan “abis gue cinta dia”. PLEASE DEH GALS “JANGAN MAU DIBUTAIN CINTA! KARNA KAMU NGGA BAKAL DAPET KEUNTUNGAN APA-APA!”





      Kalo kamu suka sama seseorang, maju duluan ngga ada salahnya, kok!
Be aggresive juga ngga dosa kale, dari pada kamu duduk diam terus nungguin dia peduli sama kamu. Tapi tetep ingat, jangan berlebihan!






      

Bolak-balik nanya “kamu beneran sayang ngga sih sama aku?” ke pacar!
Yang ada dia malah males kali dan bosen sama kamu gara-gara pertanyaan itu. Harusnya kamu bisa menilai bagaimana perlakuan dia selama ini ke kamu.





·        Ngga perlu jaim di depan cowok yang kita suka. Tapi tetep jaga sikap!
Patuhi aturan dan norma yang berlaku. Jangan bersikap suka-suka kamu aja, misalnya ciuman di tempat umum, nelepon ke rumahnya tengah malam, atau teriak-teriak waktu kamu berantem sama pacar.




    Cari pacar itu bukan Cuma sekedar status!
Maksain punya pacar tapi sebetulnya ngga suka, malah bikin kita ngga senang menjalaninya.




  Jangan pasif di depan cowok!
Beda pendapat itu wajar. Keluarin aja pendapat kamu dan jadilah dirimu sendiri. Jangan mentang-mentang kamu sayang banget sama dia, terus kamu nurut aja apa kata pacar kamu, padahal di hati kamu dongkolnya setengah mati.





    Pasang strategi!!!!
Kalo kamu suka banget sama cowok biasanya dia malah menghindari kamu. Tapi kalo kamu sebel sama cowok, dia tetap penasaran sama kamu walaupun udah tujuh belas kali kamu tolak. Saat nya nih pasang strategi! Jangan tunjukin kalau kamu suka banget sama dia. Tapi kalo ada cowok yang ngejar kamu dan kamu justru ngga suka, ya tunjukkin aja kamu bisa lebih NORAK dari dia, dijamin sih dia bakal kapok ngejar kamu wkakakaakka :P





   Cinta yang bakal nemuin kamu
Jadi, kesimpulannya ngga perlu ribet nyari-nyari cinta. Lagian sebenernya yah kamu tuh udah punya cinta kok. Cinta sama keluarga, teman-teman bahkan sama binatang peliharaan kamu. Bukannya cinta itu ada dimana-dimana?






ANAK & ORANGTUA

PERLAKUAN ORANG TUA DAN AKIBATNYA PADA ANAK





Penolakan-rejection perasaan tidak percaya pada dirinya, terasing, sering mencari perhatian lingkungan, bermusuhan dan sukar memperlihatkan/menerima afeksi/affection.






Pemanjaan egoistik, suka menuntut, toleransi pada frustasi sedikit saja, berontak pada pihak lain “berkuasa”, ingin diperhatikan berlebihan, kurang memperkembangkan rasa tanggung jawab.





Dominasi orang tua menurut saja (submissive), selalu merasa dirinya “kurang”, “tidak sesuai pada tempatnya”, ingin menggantungkan diri pada orang lain.






Ketentuan moral yang ketat dan keras kata hati/conscience yang ketat dan keras pula, kaku dan konflik dalam hati, perasaan bersalah dan berdosa, merasa kurang harga diri.



Disiplin terlampau keras sering mempersalahkan diri dan kebutuhan memperoleh “dukungan” pihak lain dalam menyelesaikan tugas. Sebaliknya, dapat bereaksi “mogok” dan “nekat” disebabkan rasa kebencian yang timbul dalam hatinya.


Disiplin tidak konsisten kaburnya dan kacaunya sistem nilai pribadi, cendrung tak konsisten, maju-mundur, dan kurang dapat dipercaya bila dihadapkan dengan problem atau konflik yang cukup mendalam.


Perkawinan yang sukar dan tidak harmonis (marital discord) anxietas/kecemasan, stres/ketegangan, kurang mantap kepercayaan diri, menganggap “dunia sekitarnya” dan “orang sekitarnya” kurang dapat dipercaya.


Perceraian (broken homes, divorce) stres/ketegangan, anxietas/cemas, merasa “terasing”, “rendah diri” , diombang-ambing antara loyalitas pada ayah atau ibu (kaum wanita atau pria) kurang menemukan “model idaman” untuk dicontoh, perkembangan kepribadian rapuh.




Orangtua neurotik/kestabilan mental cendrung “mengoper” hal-hal yang menjadi sumber kekhawatiran orang tuanya. Cendrung meniru reaksi-reaksi dari orang tuanya.







Persaingan keras antar-saudara sikap permusuhan yang terbuka/tertutup, kurang ketenangan hati, kurang percaya, cendrung bertingkah sebagai anak-anak.



KENALILAH TEMPERAMEN ANDA


Hipocrates (460-370 SM) sering disebut sebagai bapak dari ilmu pengobatan. Perhatian Hipocrates terhadap ciri-ciri temperamen menarik perhatian sebab problema penting ini agak diabaikan dalam dunia psikologi masa kini. Hipocrates membedakan adanya empat temperamen: sanguin, melankolik, kolerik dan flegmatik. 






 SANGUIN  selalu periang dan penuh pengharapan, menganggap segala sesuatu yang dihadapi amat penting, tapi dengan segera dapat melupakannya sama sekali sesaat kemudian. Ia ingin menepati janjinya tapi gagal melaksanakan keinginannya itu sebab ia tidak cukup berminat untuk menolong orang lain. Ia adalah seorang penghutang yang jelek yang terus menerus minta waktu untuk membayar. Ia amat luwes, pandai bergaul, dan periang. 
 KEKUATANNYA : 
  • Banyak bicara 
  • Ramah tamah 
  • Bersemangat 
  • Suka bergaul
  • Berbelas kasihan 
  • Riang 

 KELEMAHANNYA : 
  • Lemah kemauan 
  • Tidak tenang 
  • Gelisah 
  • Tidak disiplin 
  • Tidak dapat diandalkan 
  • Egosentris 
  • Bising 
  • Berlebihan 

 BAKATNYA : 
  • Aktor 
  • Pedagang 
  • Pembicara


MELANKOLIK menganggap segala sesuatu amat penting. Disegala tempat mereka menemukan alasan untuk merasa khawatir dan yang pertama mereka perhatikan dari sesuatu keadaan ialah kesulitannya. Ini dilakukannya tidak atas dasar pertimbangan ke akhlakan melainkan karena pergaulan dengan orang lain yang banyak membuat ia khawatir, berprasangka, dan sibuk berpikir, justru karna sebab itu rasa bahagia menjauhinya.

KEKUATANNYA :
  • berbakat
  • cermat
  • peka
  • perfeksionis
  • suka keindahan
  • idealistis
  • setia

KELEMAHANNYA :
  •     egosentris
  • -   pemurung
  • -   bersifat negative
  • -   teoritis
  • -   tidak praktis
  • -   tidak ramah
  • -   pendendam

BAKATNYA :
  • -   seniman
  • -   musikus
  • -   pencipta
  • -   ahli filsafat
  • -   maha guru


KOLERIK berkepala panas, mudah sekali dibangkitkan gairahnya, tapi mudah pula jadi tenang jika lawan yang dihadapinya mengaku kalah. Ia orang yang sibuk tapi tidak menyukai berada tepat di tengah kesibukan karna ia tidak tabah. Ia memilih untuk memberikan perintah tapi tidak mau diganggu dengan pelaksanaan dari perintah yang diberikannya. Ia menyukai penampilan, kemegahan dan formalitas, ia penuh dengan kebanggaan dan cinta diri sendiri. Ia kikir, sopan tetapi dengan upacara, ia sakit hati luar biasa jika orang lain menolak untuk ikut dalam kepura-puraannya.

KEKUATAN :
  • -      berkemauan keras
  • -      tekun
  • -      berjiwa bebas
  • -      optimis
  • -      praktis
  • -      produktif
  • -      tegas
  • -      berbakat pemimpin
KELEMAHANNYA :


  • -       peramah lalim
  • -       sarkastis
  • -       menguasai
  • -       tidak acuh
  • -       bangga
  • -       puas diri
  • -       tidak berperasaan
  • -       licik


BAKATNYA :
  • -       produsen
  • -       pemborong
  • -       pemimpin

FLEGMATIK  tidak adanya gairah, bukan kelemahan, mengatakan secara tidak langsung kecondongan untuk tidak mudah dan tidak cepat kena pengaruh. Orang seperti ini lambat jadi hangat tapi jika sudah hangat dapat bertahan hangat lebih lama. Ia bertindak atas dasar keyakinan bukan atas dorongan naluri. Temperamennya yang cerah dapat menggantikan ktidakhadiran kecerdikan dan kebijakan di dalam dirinya. Ia bertindak layak dalam bergaul dengan orang lain dan biasanya maju karna kegigihannya dalam mencapai sasarannya yang dikehendakinya sementara ia bergaya seakan-akan memberi jalan kepada orang lain.

KEKUATANNYA :
  • -         tenang
  • -         lembut hati
  • -         dapat diandalkan
  • -         efisien
  • -         konservatif
  • -         praktis
  • -         berbakat pemimpin

KELEMAHANNYA :
  • -         kikir
  • -         penakut
  • -         tidak tegas
  • -         penonton
  • -         suka melindungi diri sendiri
  • -         mementingkan diri

BAKATNYA :
  • -         diplomat
  • -         akuntan
  • -         guru
  • -         ahli tehnik





\