Minggu, 20 Maret 2011

kebiasaan orang Amerika

Kebiasaan orang Amerika:

Gaya hidup

a). Menjunjung tinggi nilai kebebasan individu
Artinya mereka jarang sekali bisa diatur. Mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan bahkan terkadang bertabrakan dengan kepentingan orang lain. Namun, lambat laun sebagian dari mereka mulai dapat menghargai kepentingan orang lain.

Untuk mendapatkan kebebasan individu, warga Amerika dituntut untuk mandiri terlebih dahulu, terutama mandiri secara finansial. Jadi, sudah menjadi tradisi jika anak Amerika usia 9 tahunan sudah bekerja sebagai loper koran atau membantu atap genteng tetangga yang bocor. Jangan mengkasihani mereka sebab mereka tidak ingin dikasihani. Pekerjaan yang mereka lakukan di usia dini bukan berarti mereka miskin, tetapi itu adalah upaya untuk mendapatkan ’self-reliance’ dan ’individual freedom’ mereka.

b). Sportif dalam berkompetisi
Warga Amerika percaya bahwa setiap manusia dari ras apapun, warna kulit apapun, agama apapun, serta status sosial manapun, memliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan peluang kerja, karir, dan kompetisi apapun. Ini adalah salah satu nilai positif yang dimiliki oleh warga Amerika. KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) jarang memainkan peranan terhadap keberhasilan seseorang. Pada intinya, keberhasilan berbanding lurus dengan kerja keras

Selain itu, sebagian dari mereka sangat optimis. Salah satunya tercermin dalam cara mereka ketika berjabat tangan, yaitu menggenggam dengan erat tangan orang lain meski hanya dalam waktu singkat. Jadi siap-siap jika tangan Anda seperti mendapat aliran listrik keoptimisan mereka. Jika Anda sudah mengetahui hal ini, lakukan hal yang sama terhadap mereka tatkala saling berjabat tangan.

c). “To the point”
Jangan pernah terlalu sering berbasa-basi dengan orang Amerika. Contoh: saat mereka bertanya apakah Anda butuh minum atau tidak, jawablah dengan jujur. Kesampingkan dulu nilai ”terlalu sungkan” yang dianut oleh orang Timur sebab Anda sedang berada di Barat

d. Tepat waktu
Tidak ada istilah jam karet di sana. Apabila Anda diundang pukul 07.00 p.m., maka maksimal Anda harus datang setengah jam lebih awal (in time). Untuk berjaga-jaga, jangan pernah datang tepat pada waktunya (on time).

Gaya bicara

a). Laksana ”bermain ping pong”
Orang Amerika suka jika pembicaraan mereka yang belum selesai dipotong oleh lawan bicaranya. Hal ini laksana permainan ping pong di mana masing-masing pemain memukul kembali bola ping pong yang telah dipukul oleh lawan mereka. Pembicaraan seperti ini sangat mereka sukai sebab akibatnya adalah timbulnya ”heat conversation” (pembicaraan yang seru).

b). Cepat dan keras
Jika berbicara dengan orang Amerika, lawan bicara harus selalu memperhatikan setiap tutur katanya. Walau suara mereka cenderung keras, tetapi terkadang kecepatan bicara mereka sukar diikuti.

Dalam bidang pendidikan

a). Tidak terlalu terjadi gap antara murid dan guru
Di sana adagium ”guru selalu benar” sudah tidak berlaku lagi sebab ilmu dapat datang dari manapun. Terlebih lagi, sebagian sekolah memperbolehkan siswa memanggil sang guru hanya dengan sebutan nama tanpa gelar mereka.

b). Bebas berpendapat
Siswa berhak mengajukan usul, saran, serta kritik terhadap guru dalam PBM (Proses Belajar Mengajar).


orang amerika juga biasanya suka atau mengkonsumsi minuman beralkohol karena letak geografisnya disana sangat dingin. letak benua nya saja : 35 BB- 170BB dan 83 LU- 55 LS memiliki banyak pegunungan pada bagian barat dan timur.
pada setiap individu sangat menjunjung tinggi nilai kebebasannya. tetapi dalam setiap kebebasannya memiliki aturan tersendiri dalam setiap hal nya.

Selasa, 15 Maret 2011

misteri mata jempol

Suatu kata yang mungkin jarang atau tidak pernah kita dengar. Yah mata jempol, sebuah garis tangan yang berbentuk mata pada jempol tangan kita. Yang artinya

Begini ceritanya ...

"liat jempol lo dong" pada saat pelajaran agama dimulai temen gue malah ngajak gue ngobrol dan ingin melihat jempol kedua tangan gue. Gue kasih jempol gue ke dia. Dan dia tersenyum
Sesuatu yang gue gak ngerti maksudnya apaan, yah mungkin dia iseng-iseng atau gimana gue masih gak ngerti dengan kelakuan dia hahaah :D

Dia menunjukkan jempol kedua tangannya ke gue. Coba lo perhatiin tengahnya! Yap, gak ngerti juga gue. "lo liat tengahnhya! Ada bentuk mata gak?" hmm ..

Setelah gue perhatikan yaaa, memang ada sebuah garis tangan berbentuk mata, gue perhatikan jempol gue dan memilik garis tangan yang sama seperti temen gue itu, berbentuk mata.





gue cek jempol kedua temen gue yang lain tetapi mereka ngga ada. Ternyata kata winda (temen gue yang mempunyai garis tangan berbentuk mata) kalo garis ini mempunyai arti. Yaitu seseorang yang mempunyai garis berbentuk mata di jempol seseorang ini memiliki feeling yang sangat kuat, berbeda dari orang-orang lainnya. Orang-orang ini khusus dan tertentu. Dan jarang ditemukan.

Gue kaget aja, dan masalah feeling itu ya memang bener, gue memang punya feeling dan insting yang kuat. Dan mata itu artinya ada seseorang atau arwah reinkarnasi yang bersemayam di jiwa kita. Memang percaya gak percaya gue juga masih gak tau mana yang bener. Cuma gue belum nelusurin masalah ini lebih jauh. Hanya sekedar mitos atau kabar-kabar iseng aja

META

Siang itu emang panas banget, tenggorokan gue kering tapi duit gue gak ada buat beli minuman. Gue bingung deh mau ngapain sekarang. Bel masuk juga masih lama. Tengok keluar kelas lapangan penuh sama anak-anak cowo yang lagi maen basket. Gue duduk di koridor kelas gue dengan tampang 5L (tau ngga 5L? Lemah letih lesu lunglai longor)

1 menit terdiam untuk melihat pemandangan yang menyilaukan, gak jelas juga gue ngeliat apaan. Baru nyadar kalau di samping gue ada cewe. Yang awalnya gue juga ngga ngeliat dia ada disitu. Gue liat-liat nih cewe kayaknya bukan dari angkatan gue. Yaah, mungkin anak kelas 3 yang mau les kali yak
Hmm, lama juga gue memperhatikan cewe ini, tampangnya yang agak lusuh, baju seperti tidak di setrika, memakai kaca mata yang agak retak , dan sepatu nya yang sudah sobek-sobek. Sempat terpikir kalo masih bagusan gue dari pada dia (teteup)

"kelas 2 yah?" kata pertama dia keluar yang sedari tadi hanya diam!
Dengan gugup gue menjawab semua pertanyaan, dia menanyakan guru-guru yang mengajar di skolah kami dan terjadilah percakapan yang cukup panjang.

Meta. Yah, namanya meta. Anak kelas 3 yang lagi les, biasalah kalo di sekolah gue itu kelas 3 nya pasti ada pelajaran tambahan, sejenis trobosan, bimbel.

(bel bunyi) gue nutup percakapn gue dengan kak meta. Dia tersenyum, dengan kepala mendongak menatap muka gue yang lagi berdiri di sampingnya, mukanya pucat. Yah gue baru sadar, karna sedari percakapan gue belum liat tampangnya kaya gimana karna mukanya terhalang rambutnya yang panjang terurai

Dikelas, gue cerita ke temen sebangku gue kalo gue abis ngobrol dengan kaka kelas yang baru saja gue kenal, tetapi temen gue ngga menghiraukan dia terus aja nulis. Masih dengan topik yang sama, gue sempet heran juga sih sama nih kaka. Di percakapan dia menanyakan guru-guru yang namanya ngga gue kenal. Yah mungkin dia hanya ngetest gue atau sekedar basa-basi dan gue pun lanjut nulis, ternyata guru gue di depan kelas udah melotot aja ke arah gue, tau gue ngoceh terus nyeritain kejadian tadi ke temen sebangku gue *piss ah


Minggu, Minggu, Minggu waktunya gue les ke skolah bareng temen-temen, misinya sih bukan les sebenernya, pulangnya mau nongkrong bareng temen-temen PASTINYA. Sampe disekolah guru nya belum dateng, ya emang belum waktu nya juga sih, gue sengaja dateng agak cepat karna udah garing banget dirumah disuruh-suruh mulu ahahha :D

Banyak juga sih anak-anak lain yang dateng ke skolah ya Cuma untuk sekedar main-main, ngobrol, atau mejeng adu style yang menurut gue NORAK! Masuk ke pekarangan skolah aja udah kaya lomba fashion show, gue yang tomboi Cuma bisa nganga aja ngeliatnya, pliss deh. Gak mau gue lama-lama ngeliatin mereka bisa metong deh --"
Sampai di dalem sekolah gue ngeliat kak meta, masih dengan seragam putih dongker. Yap! Seragam smp
Gue bingung ngeliat dia, dia pulang apa ngga sih, dia kok gak ganti baju atau gimana cerita nya?
Terlintas rasa iba muncul dihati gue ngeliat keadaan dia yang memang memprihatinkan.

"kaka ngapain?" karna udah kenal gue memulai pembicaraan sambil duduk disampingnya, ya di tempat yang sama. Koridor depan kelas gue. Dia Cuma tersenyum, senyum yang menurut gue penuh arti, tapi gue gak tau deh artinya apaan. Senyum simpul yang dia tampilkan.

Terdengar jelas temen - temen gue manggil dari kejauhan, yah pembicaraan gue kembali terhenti. Sambil berlari meninggalkan dia, gue melambaikan tangan tanda perpisahan.

"lo tadi ngobrol sama sapa?" kata-kata yang terlontar pada saat gue dengan temen gue makan siang, ternyata temen gue memperhatikan gue dari kejauhan. Ya akhirnya gue ceritain semuanya, tetapi ternyata temen gue mengeluarkan kata-kata mengejutkan "dari tadi gue ngeliat lo duduk sendirian sambil ngobrol" yap!! Itu kata-kata bin ajaib yang gue denger. Gue masih gak ngerti, temen gue ini ngeledek atau gimana.
"iya lo tadi duduk di depan kelas lo kan? Sendirian. Terus pas gue panggil lo lari sambil dadah gitu. Dadah sama siapa lo? Dia mendetailkan apa yang dia lihat.

Gue merengut menatap muka temen gue, "MAKSUD LO? Gue ngobrol sama manusia lah" pada saat itu temen gue heran sejadi-jadinya menatap muka gue yang masih merengut karna gak mau dibilang gila.
"TAPI TADI LO NGOMONG SENDIRIAN TYA! GAK ADA SIAPA-SIAPA DISITU. DEMI DEH"
Gue bingung, gue sesek nafas, gue lapar (kan gue lagi makan #pliss deh)

Akhirnya gue menceritakan pertemuan gue dengan kak meta dari awal dengan temen gue itu. Yah semua berlangsung singkat tanpa banyak respon dari temen gue, hanya saja dia bengong dengernya, yahh, temen gue masih gak percaya dengan yang dia lihat, dia ngomong ke temen gue yang lain. Yang gak lain senior gue dulu yang udah tamat. Dia nyeritain semua cerita gue ke dia. Dia Cuma senyum dan akhirnya tertawa ngakak sampe merah mukanya, temen gue ini masih bingung separah-parahnya gak ngerti maksudnya dia ketawa ada apa? Gak ada unsur lelucon disini!

"meta tuh udah meninggal, dia temen angkatan gue. Dlu meninggal di depan koridor itu. Karna di dorong sama temen gue juga, pas di dorong kepalanya terbentur pot besar disitu, jadi kaca matanya pecah dan pecahannya menancap ke dalam bola matanya. biasalah cewe sirik sama meta, karna dia pintar." 1 kalimat yang keluar dari mulut senior gue 3 tahun diatas gue dan membuat gue dan temen gue merinding

Dan ternyata dia yang selama gue kenal itu adalah .....